Laut

Bonnethead, Tokoh Bruce Asli Sang “Hiu Vegeratian” di Film Finding Nemo

Hiu Bonnetheed adalah tokoh nyata Bruce si ikan hiu vegetarian pada cerita film Finding Nemo, teman-teman masih ingatkan cerita film Finding Nemo pada saat ayahnya Si Nemo berkelana di samudra mencari Nemo yang hilang. Di perjalanan Marlin ayahnya Nemo bertemu dengan ikan hiu yang bernama Bruce, Bruce dengan teman-temannya membuat kesepakatan bahwa hiu tidak makan ikan atau vegetarian.

Ilmuwan menemukan Hiu Bonnethead (Sphyrna Tiburo) si Bruce asli di lautan dan mengklarifikasi ikan hiu ini sebagai salah satu hiu yang  masuk dalam kategori sebagai hewan omnivora.

Ikan Hiu adalah spesies pemakan daging paling terkenal di planet ini. Lautan memang penuh dengan kejutan dan misteri. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa Hiu Bonnethead (Sphyrna tiburo), yang ditemukan di perairan pantai sekitar Atlantik dan di pesisir teluk Amerika Serikat merupakan hiu yang gemar memakan lamun. Kepala hiu ini berbentuk sekop, tubuhnya relatif kecil dan merupakan hiu terkecil dalam  keluarga hiu martil dengan panjang tubuh sekitar 91 sentimeter pada hiu jantan  dan  pada hiu betina bisa mencapai 5 kaki atau sekira 1,52 meter. 

Bonnethead, Tokoh Bruce Asli Sang "Hiu Vegeratian" di Film Finding Nemo 2
Sumber : Instagram @jeojr25

Para peneliti dari Departemen Ekologi dan Biologi Evolusioner di Universitas California berhasil menunjukkan bahwa Hiu Bonnethead mampu mencerna dan menyerap nutrisi dari lamun. Tanaman laut yang bernama lamun merupakan tanaman yang mirip dengan rumput laut namun berbeda jenis kategori tanamannya. Lamun merupakan kelompok tumbuhan berbiji tertutup dan berkeping tunggal yang mampu hidup di bawah permukaan air laut.

Dalam jurnal penelitian yang di terbitkan oleh Proceedings of the Royal Society B anggota dari tim penelitian tersebut bernama Samantha Leigh (seorang ahli biologi kelautan) menyimpulkan bahwa Hiu Bonnethead adalah flexitarian yang memiliki kemampuan untuk berganti pola makan antara daging dan tanaman. Selama lebih dari satu dekade, para ilmuwan sudah mengetahuI jika hiu Bonnethead mengonsumsi lamun. Lebih dari 62 persen isi perut mereka menampung tanaman akuatik ini. Para peneliti berasumsi bahwa lamun ikut terbawa ketika hiu itu sedang berburu.

Berdasarkan hal tersebut diatas dan berbekal pada pendapat ilmuwan dan ahli biologi sebelumnya, Leigh lantas melakukan penelitian mendalam mengenai hiu Bonnethead. Dikutip dari Gizmodo, Leigh dan peneliti lain kemudian meneliti lima Hiu Bonnethead dan memberi makan hiu dengan diet tanaman hijau. Makanan yang diberikan terdiri dari 90 persen lamun dan 10 persen cumi-cumi. Diet tanaman hijau tersebut diberikan dengan pola makan sebesar 5 persen dari berat badan ikan hiu per hari yang dilakukan selama tiga minggu.

Kemudian para peneliti mengumpulkan feses hiu selama sesi pemberian makan. Menganalisa hasil pencernaan yang ada pada ikan hiu vegetarian ini, dari hasil analisa ini menunjukkan bahwa Hiu Bonnethead mampu mencerna dan menyerap nutrisi dari lamun. Hiu juga menunjukkan pertumbuhan somatik saat menjalani pola makan nabati. Sekitar setengah dari total bahan organik dalam lamun telah dicerna. ”Akhirnya, kami menemukan jenis enzim pencernaan (enzim yang digunakan untuk memecah molekul makanan) yang dimiliki hiu bonnethead. Hiu Bonnethead tidak hanya mengkonsumsi lamun dalam jumlah banyak tetapi mereka sebenarnya mampu mencerna dan menyerap nutrisi lamun, sehingga menyebabkan mereka menjadi omnivora. Ini adalah spesies hiu pertama yang pernah terbukti memiliki pencernaan omnivora.” kata Leigh dalam pernyataannya.

Berdasarkan hal tersebut hiu Bonnethead dinobatkan sebagai hiu omnivora, dengan demikian maka peneliti harus memperhatikan padang lamun dan melestarikan padang lamun untuk keberlangsungan ekosistem. Padang rumput lamun adalah ekosistem pesisir yang paling luas di Bumi, menyediakan rumah bagi ribuan ikan dan invertebrata. Sementara pada saat yang sama, menyaring air dan menyerap karbon dioksida berlebih dari atmosfer. Sumber: artikel dapat di download disini.

FAKTA UNIK TENTANG IKAN HIU

  1. Ikan hiu pertama kali hanya akan memakan ikan-ikan yang sudah lemah dan sakit. Sehingga menyisakan hewan-hewan yang masih sehat untuk hidup di alam lautan.
  2. Ikan hiu hanya akan memangsa hewan-hewan yang tersedia dalam jumlah besar, sehingga tidak ada jumlah hewan lautan yang berlebihan, dan keseimbangan ekosistem laut terus terjaga.
  3. Hiu Biru dapat melakukan perjalanan sejauh puluhan ribu kilometer sepanjang hidup mereka.
  4. Hiu Harimau Pasir meneguk udara masuk dalam perut mereka untuk mengatur daya apung.
  5. Hiu Harimau dijuluki ‘tong sampah laut’ karena variasi makanan mereka.
  6. Hiu Lentera memancarkan cahaya photophores yang menyebabkan perut mereka bersinar.
  7. Tak seperti Dinosaurus, Hiu selamat dari kepunahan dan bertahan di laut selama 400 juta tahun.
  8. Seperti manusia, gigi hiu tumbuh berkembang dalam gusi dan bukan langsung ke rahang seperti ikan bertulang pada umumnya.
  9. Sirip di kedua sisi tubuh hiu bertindak seperti sayap pesawat dan berfungsi untuk mengangkat tubuh hiu ke atas.
  10. Beberapa hiu dapat membuka mulut mereka hingga mendekati 180 derajat.
  11. Hiu memiliki indera keenam yang disebut ‘electro-reception’ yang membuat mereka dapat mendeteksi gelombang listrik dan vibrasi.
  12. Hiu memang terkenal dengan keganasannya yang mampu membunuh hingga 12 atau lebih per tahunnya. Namun fakta yang mengejutkan ternyata manusia lebih ganas lagi yang mampu membunuh 11,417 hiu perjamnya. Tujuan manusia membunuh ikan terganas di dunia ini adalah untuk keperluan bisnis dengan mengambil minyak ikan, sirip dan dagingnya untuk menjadi makanan.
  13. Hiu terancam punah. Berbagai jenis hiu terancam punah akibat ulah manusia. Spesies hiu pertama yang diketahui dalam bahaya kepunahan adalah hiu gray nurse. Meskipun ia telah dikategorikan sebagai hewan yang dilindungi lebih dari dua decade, saat ini hanya tersisa kurang dari seribu ekor di seluruh dunia. Banyak dari mereka mati dikarenakan menelan benda yang tidak baik baginya yang timbul dari sampah yang dibuang dan mengapung di samudra.
  14. Hiu dapat hidup hingga 100 tahun tergantung habitat hidupnya. Jenis hiu ini dalah hiu paus. Hiu paus merupakan jenis hewan laut yang terbesar dengan ukuran panjangnya hingga 12 meter. Walaupun tubuh hiu ini sangat besar namun tidak seganas hiu jenis lainnya, hewan ini tergolong hewan yang jinak dengan makanan favoritnya yaitu plankton dan organisme kecil lainnya. Fakta yang mengejutkan hanya dengan memakan plankton dan organisme kecil lainnya, hiu paus ini mampu tumbuh hingga 12 meter.
  15. Hiu akan tenggelam apabila ia berhenti berenang. Jika berhenti bergerak mereka akan terbenam, terkadang mereka mengakali hal ini dengan berenang ke dalam goa bawah laut yang berarus tenang agar mereka tidak tenggelam dan mereka bisa beristirahat. Untuk fakta ini, tidak semua hiu akan tenggelam. untuk beberapa jenis seperti white tip shark dan sand tiger shark mampu menelan air untuk bernafas.

MITOS TETANG IKAN HIU

Mitos 1: Ikan hiu memakan manusia 

Sebagian besar ikan hiu hanya memakan ikan-ikan yang berukuran lebih kecil dan invertebrata lainnya. Spesies ikan hiu yang berukuran lebih besar lebih suka memangsa anjing laut atau singa laut.

Mitos 2: Ikan hiu sering menyerang manusia

Ada lebih dari 400 spesies ikan hiu yang hidup di bumi, tapi hanya sekitar 12 spesies saja yang pernah dilaporkan menyerang manusia. Spesies itu termasuk hiu macan dan hiu putih besar. Rata-rata, ikan hiu menyerang 70 manusia per tahun, dan ‘hanya’ membunuh 6 orang. Pada 2017, ada 88 kasus serangan ikan hiu yang dilakukan tanpa adanya pemicu apapun di seluruh dunia. Namun, hanya 5 dari 88 kasus itu yang berujung fatal. Ketika terjadi serangan ikan hiu, biasanya itu disebabkan karena ikan hiu merasa penasaran atau bingung kenapa ada manusia di dalam air. Setelah adanya beberapa serangan ikan hiu terhadap para peselancar beberapa tahun terakhir, ilmuwan berspekulasi ikan hiu sudah mengembangkan rasa daging manusia. Namun, biasanya ikan hiu hanya mengecek makanan atau obyek asing dengan melakukan gigitan eksploratori atau menyelidik.

Mitos 3: Sirip ikan hiu dapat tumbuh kembali meski sudah dipotong.

Kebenarannya, ikan hiu sama sekali tidak dapat menumbuhkan siripnya yang dipotong, meskipun memang ada beberapa spesies ikan yang bisa menumbuhkan sirip kembali. Fakta biologis inilah yang mendorong dikecamnya perdagangan sirip ikan hiu, terutama di Asia. Sirip ikan hiu yang kerap dijadikan sup mahal merupakan bentuk dari kekejaman terhadap binatang. Menurut World Wildlife Fund, spesies ikan hiu kepala anjing dan porbeagle adalah sasaran utama untuk diambil siripnya.

Mitos 4: Ikan hiu dapat menyembuhkan kanker.

Ikan hiu memang tidak dapat terkena penyakit kanker, tapi ini tidak berarti daging ikan ini dapat menyembuhkan kanker yang diderita manusia. Ikan hiu juga sebenarnya dapat terkena penyakit tertentu. Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Fish Diseases pada 2016 menemukan ada setidaknya 44 kasus penyakit Legiun di antaranya 21 spesies chondrichthyes (ikan bertulang rawan)  yang berbeda. Spesies bertulang rawan tersebut  termasuk hiu, pari, dan chimaera.

Mitos ikan hiu dapat menyembuhkan kanker berawal dari sebuah penelitian pada 1970-an ketika para peneliti di Johns Hopkins School of Medicine mengamati tulang rawan ikan hiu dapat menghentikan pembuluh darah baru yang berkembang menjadi jaringan pada tumor ganas. Peneliti tersebut pertama kali bereksperimen dengan tulang rawan kelinci, dan kemudian juga dilakukan uji coba dengan tulang rawan hiu. Pada saat yang sama, seorang ilmuwan di Sarasota, Florida, melakukan eksperimen di mana ia mengekspos ikan hiu ke zat yang dikenal bersifat karsinogen dan mencatat bahwa ikan hiu itu tidak terkena tumor.

Hal inilah yang memicu industri pil tulang rawan ikan hiu yang disebut-sebut sebagai ‘obat ajaib’ sehingga menyebabkan menurunnya populasi ikan hiu secara drastis. Menurut Scientific American, ada penurunan 80 persen populasi ikan hiu di Amerika Utara dalam satu dekade terakhir.

Mitos 5: Ikan hiu tidak punya predator.

Faktanya, predator terganas bagi ikan hiu adalah manusia, apalagi dengan adanya pemancingan dan perburuan secara besar-besaran. Ikan hiu juga bisa mati karena tersangkut, terluka, atau tercekik akibat senar pancing manusia. Menurut laporan statistik tahun 2013 yang dikompilasi oleh peneliti Dalhousie University di Halifax, Kanada, rata-rata 100 juta ekor ikan hiu dibunuh di seluruh dunia setiap tahunnya. Sebagian besar kasus kematian ikan hiu disebabkan oleh industri sirip ikan hiu ilegal.

Ketika hiu menghilang dari lautan, ekosistem laut akan kehilangan keseimbangannya. Hiu dibunuh untuk diambil siripnya untuk dijadikan sup, sebuah makanan yang dianggap bernilai budaya tetapi tidak penting bagi kelangsungan hidup manusia, sedangkan menghilangnya hiu dari lautan berakibat pada menghilangnya sumber makanan yang sebenarnya dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. Hiu telah bertahan selama lebih dari 450 juta tahun, tetapi akan menghilang dalam jangka waktu beberapa dekade saja. Dengan peranannya yang penting, apa yang terjadi jika hiu benar-benar menghilang dari lautan?

Tags
Show More

Reno

Traveler, Backpacker, Animation Lover, Animal's Lovers, Pluviophile, Nyctophilia,

Related Articles

29 Comments

  1. Jadi hiu itu cuma penasaran ya sama manusia, tapi tetap digigit Juga sih ya ngeri.
    Ternyata hiu itu ga asal makan mangsanyabyabjustru yg sehat disisakan di lautan bar tau

    1. Iya kak ada beberapa jenis hiu yang agresif. Biasanya pun mereka penasaran dengan manusia yang berselancar di laut. Hiu mengira manusia (peselancar) adalah anjing laut. Karena penampakan dr bawah permukaan air peselancar menyerupai anjing laut.

      Atau manusianya dalam kondisi panik sehingga hiu menjadi agresif. Intinya tetap harus waspada dan kenali keadaan sekitar.

  2. Baca kalimat yang bilang kalo manusia itu predator terganas buat hiu, jadi inget gimana kasiannya baby hiu yang masih pada imut-imut udah dibunuh dan dijual di Pasar Ikan Muara Angke..
    Tapi kayaknya yang gw liat semuanya bukan bonnethead..hehe..

    Kalo bonnethead ini kira2 ada di laut Indonesia?

    Btw, excellent posting..

  3. Kak saya sampai beberapa kali baca 15 fakta unik tentang hiu serta mitos tentang hiu. Menarik ya. Bisa jadi tulisan tersendiri itu kak. Terlepas dari tema khusus Hiu Bonnethead. But over there… terus mendukung kelestarian kehidupan laut ya kak. Proficiat !

  4. Baca postingan ini jadi inget pengalaman renang bareng hiu paus. Hiu…. Hewan yang menyeramkan, tp lebih serem manusia ya..kasihan banget banyak perburuan hiu yang diambil siripnya doang. Setahu aku ini juga banyak di Indonesia sih cuma kurang terekspos aja. Hemm, semoga makin banyak orang yang sadar akan pentingnya keberadaan hiu setelah baca artikel ini. Nice info kak.

    1. Di Indonesia memang banyak Hiu yang di ambil siripnya, karena sebagian besar Hiu di yang berada di perairan Indonesia tergolong hiu yang tidak agresif. Wah beruntung sekali bisa berenang bareng Hiu. Ga galak kan mereka ka? asal tenang tidak panik.

    1. Faktanya memang Hiu terangsang oleh bau darah Kak. Tapi karena hal tesebut bukan menjadikan dasar bahwa hiu adalah musuh manusia.
      Serangan hiu terjadi karena
      1. Provoked attacks: manusia dalam cara tertentu sengaja menyentuh atau menganggu hiu. Sering kali nelayan kehilangan jari ketika memindahkan hiu dari jaring.
      2. Hit-and-run attacks : Hiu sedang menginvestigasi apakah seseorang yang ia gigit adalah mangsanya atau bukan. Apabila setelah menggigit ternyata bukan mangsanya, maka hiu akan segera meninggalkan tempat tersebut. Paling sering terjadi pada peselancar, karena hiu menduga peselancar tersebut adalah anjing laut, karena peselancar mirip anjing laut jika dilihat dari bawah permukaan air.

      Serangan hiu tidak akan terjadi apabila tidak ada pemicu, yaitu manusia. Namun, kita dapat melakukan beberapa hal untuk mencegah dan meminimalisir kemungkinan diserang hiu:
      1. Tetaplah berada di dalam kelompok karena hiu lebih suka menyerang individu
      2. Hindari berada di dalam air pada pagi hari dan larut malam karena hiu sedang aktif mencari makan pada waktu-waktu tesebut
      3. Jangan masuk ke dalam air apabila sedang berdarah meskipun lukanya sangat ringan karena hiu sangat peka terhadap hal tersebut
      4. Jangan menggunakan perhiasan mengkilap karena hiu langsung menangkapnya sebagai mangsa
      5. Hindari nelayan komersial saat di dalam air karena tangkapan mereka dapat memancing hiu
      6. Hindari memakai baju berwarna cerah karena hiu dengan mudah menerima warna kontras
      7. Berhenti membuat percikan air yang besar karena hiu menangkapnya sebagai pergerakan mangsa yang terluka

  5. Terima kasih tulisannya banyak kasih wawasan. Saya jadi kesal sama pemburu sirip hiu. Juga jadi makin sayang hiu, di tengah paradigma yg berkembang bahwa hiu itu jahat

  6. Waah baru tau aku ada hiu yg omnivora.
    Btw, so sad ketika baca mitos bahwa tidak ada predator bagi hiu. Aku awalnya bayangin hewat laut apa lagi yg lebih ganas dari hiu. Eh ternyata makhluk itu tidak berasal dari lautan, melainkan dari daratan: manusia 🙁

  7. temenku pernah digigit hiu saat surfing di australia.
    hiu emang ga makan manusia, tp kalo menyerang, kayanya nyerang deh, soalnya temenku digigit, infeksi sampe masuk ICU.

  8. Miris membaca bahwa predator terganas hiu adalah manusia hanya demi sebuah makanan yang sayangnya hanya bermakna “budaya”
    Terima kasih sudah mengulas fakta dan mitos hiu bonnethead ini, Kak. Jadi tambah wawasan saya.
    Oh ya, di awal saya jadi terbayang si Bruce si hiu vegetarian di Finding Nemo

  9. Suka banget liat metamorfosa blog Uni dan konsistensi Uni dengan niche laut dan divingnya. I envy you….#bloggwmatisuri
    Anw, senang juga dengan fakta bahwa sirip hiu bisa tumbuh kembali.

    Keep up d gud work, Uni.

  10. Lengkap banget infonya, berisi dan informatif.
    Jadi makin paham tentang kehidupan hiu.
    Dan baru tersadar, bahwa manusia lebih ganas daripada hiu. Karena, lebih banyak membunuh untuk kepentingan bisnis tanpa memikirkan keseimbangan alam. Masha allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close