Uncategorized

PENANGANAN MAMALIA LAUT YANG TERDAMPAR

Beberapa pekan lalu media sosial di hebohkan dengan berita 3 (tiga)  orang aparat berpose menginjak mamalia laut jenis Hiu Tutul yang terdampar di pesisir Jogjakarta. Kejadian tersebut menjadi viral di sosial media. Banyak yang kontra terhadap kejadian tersebut. Seharusnya penanganan yang baik dapat dilakukan terhadadap mamalia tersebut. 

Sering terdamparnya paus dan lumba-lumba di Indonesia merupakan fenomena yang memprihatinkan.  Kejadian terdampar ini disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat dan instansi terkait dalam melakukan upaya penyelamatan. Kecepatan dan ketepatan dalam penanganan mempunyai kontribusi besar akan keselamatan mamalia laut yang terdampar tersebut, kecepatan dan ketepatan penanganan  akan memberikan peluang yang lebih besar bagi mamalia laut terdampar untuk dapat kembali hidup di alam bebas.

HAL YANG MENYEBABKAN MAMALIA LAUT TERDAMPAR

Perairan Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi mamalia laut, lebih dari 30 jenis mamalia laut yang tercatat saat ini. Sepertiga jenis paus dan lumba lumba yang terdaftar di dunia  (keluaraga catacean) dapat ditemukan diperairan Indonesia, termasuk beberapa jenis langka dan terancam punah seperti  paus biru (balaenoptera musculus). Fenomena mamalia laut terdampar merupakan salah satu indikasi yang menunjukkan adanya sesuatu yang salah dengan pengelolaan laut kita, dan merupakan hal yang serius untuk segera ditindaklanjuti dan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah.  

Pada umumnya, kejadian terdampar bukanlah suatu hal yang wajar bagi paus dan lumba-lumba, dalam arti bahwa binatang-binatang tersebut secara alami mendamparkan diri.  Kecuali pada  jenis paus pembunuh (Orcinus orca) yang memang sering mendamparkan diri di pantai di daerah beriklim dingin untuk memburu anjing laut. Para ahli memiliki beberapa teori penyebab paus dan lumba-lumba terdampar sebagai berikut

Patologis internal

Pantologis innternal pada mamalia laut terjadi karena kehadiran parasit dalam organ syaraf atau karena si hewan menelan benda asing seperti plastik, seperti yang terjadi pada seekor paus Bryde di Cairns di tahun 2009 seperti pada video ini  

Baca juga  Ancaman Tersembunyi Mikroplastik bagi Biota Laut disini 

Gangguan Pada Sistem Navigasi

Gangguan navigasi pada mamalia laut terjadi karena alat buatan manusia misal sonar,  gemba bumi atau alami seperti badai matahari. Aktivitas militer AL ( Angkatan Laut ) menggunakan sonar dapat memicu perilaku tertentu pada paus, yang mengganggu mereka dalam mengelola gas di dalam tubuh mereka. Akibatnya kemampuan merek dalam menyelam dan timbul ke permukaan dengan aman terganggu.

Disorientasi atau Kelelahan

Badai yang berkekuatan tinggi dapat menyebabkan disorientasi atau kelelahan pada si hewan sehingga mereka terdampar

Produktivitas Suatu Perairan Meningkat

Akibat kombinasi beberapa faktor seperti pasokan air dingin dan upwelling yang makin sering sehingga paus dan lumba-lumba mengejar mangsa hingga keperairan dangkal dan terdampar.

Pengaruh Bulan Purnama

Seperti yang menyebabkan serangkaian kejadian koteklema terdampar di Atlantik Utara karena pasang surut perairan terjadi secara maksimum

Dekompresi 

Dekompresi akibat “rapid ascend”  (naik kepermukaan secara tiba-tiba) karena terpicu oleh gempa bumi.

PENANGANAN MAMALIA LAUT TERDAMPAR HIDUP

Jika terdampar dalam kondisi hidup menurut  WWF Indonesia Coral Triangle Program dapat di lakukan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Dapatkan pertolongan dari ahli jaringan The marine mammal strandings di info website apex-environmental.com          
  2. Berusaha menolong sendiri satwa yang hidup bila pertolongan pada nomor satu tidak tersedia. 
  3. Selidiki bahaya yang ada ditempat terdampar dan bagaimana kondisi satwa

Mamalia laut yang terdampar dalam kondisi hidup memiliki  ciri-ciri :

  1. Lubang pernafasan masih bergerak aktif; udara masih keluar dari lubang pernafasan;
  2. Masih ada detak jantung (raba dada hewan sebelah kiri);
  3. Masih ada refleks (antara lain: kelopak mata berkedip saat disentuh, lubang pernafasan menjadi ketat saat disentuh, rahang tidak mau dibuka paksa, ada penolakan dari hewan saat sirip dada disentuh).

Peralatan dasar yang dibutuhkan untuk melakukan penanganan mamalia laut terdampar dalam kondisi hidup, dipengaruhi oleh ukuran, lokasi, dan kondisi mamalia saat ditemukan pada saat terdampar antara lain: Handuk atau selimut basah; Tandu; Matras atau alas lain yang lunak; Sprayer atau ember untuk membasahi tubuh hewan. 

Upaya penyelamatan akan lebih berhasil jika dilakukan sebelum 1×24 jam setelah kejadian terdampar. Langkah-Langkah Penanganan Penanganan mamalia laut terdampar dalam kondisi hidup dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertolongan Pertama pada Mamalia Laut. Twitter: BKIPMManado 12 May 2017

 

  1. Dekati hewan tersebut dengan hati-hati dan hindari bagian mulut dan ekor. Jika hewan tersebut berada di dalam air, bopong atau berikan sokongan pada hewan agar terapung. Pastikan posisi lubang napas dan sirip dorsal berada di atas air.
  2. Lindungi blow holealias lubang napas dan mata mamalia tersebut dari pasir, air, dan benda asing lainnya.
  3. Lindungi sirip dada dan sirip ekor. Hindari menarik sirip hewan karena dapat menyebabkan patah tulang yang bisa membunuh hewan tersebut.
  4. Jika hewan terdampar di pantai berpasir, gali pasir di bawah sirip dada dan badan. Isi lubang dengan air untuk mengurangi tekanan gravitasi pada mamalia tersebut.
  5. ika posisi mamalia ada di atas pantai berbatu, gunakan matras untuk alas hewan tersebut sehingga ia tidak mengalami gangguan pernapasan. Gunakan handuk atau selimut basah agar hewan tetap lembap. Jangan tutupi lubang napas dan sirip (terutama sirip punggung) hewan dengan handuk atau selimut. Jangan pula menyiramkan air ke dalam lubang napasnya.
  6. Kendalikan massa untuk meminimalkan stres pada mamalia laut tersebut. Stres sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.
  7. Lindungi hewan tersebut dari angin dan cahaya matahari agar ia tidak dehidrasi
  8. Jika kondisi cuaca bagus dan hewan tersebut dalam keadaan sehat, kembalikan ia ke laut dengan bantuan tandu. Jaga agar siripnya tidak tertarik ataupun terlipat di dalam tandu.
  9. Saat berada di laut yang cukup dalam, lepaskan mamalia laut tersebut dari tandu. Bopong atau berikan sokongan pada hewan tersebut agar ia tetap terapung. Dorong hewan perlahan ke arah laut lepas. Jika melepaskan lebih dari satu hewan, pastikan mereka berdekatan.

 

INGAT!! Pengambilan sampel pada mamalia laut yang masih hidup sangat tidak disarankan! Sebaiknya bila mamalia laut masih hidup dikembalikan ke laut tanpa melakukan pengambilan sample yang dapat berakibat kerusakan pada tubuh mamalia laut tersebut dan stress.

PENANGANAN MAMALIA LAUT TERDAMPAR MATI

Mamalia laut yang terdampar dan mati mempunyai banyak jenis virus dan bakteria, virus dan bakteri tersebut berakibat fatal bagi manusia dan binatang peliharaan. Menyentuh mamalia laut yang mati sangat tidak disarankan untuk dilakukan oleh perempuan yang sedang hamil, anak-anak atau orang yang sedang mengalami luka di tubuhnya. Yang harus dilakukan pada terhadap mamalia laut yang mati adalah sebagai berikut:

  1. Catat lokasi dan kondisi bangkai satwa, usahakan mencatat jenis satwa, jenis kelamin, dan penyebab kematian seperti luka besar, tersangkut jaring, predasi dan palstik.
  2. Ambil sampel untuk bahan otopsi, sampel yang diambil dapat berupa gigi atau baleen ( untuk estimasi umur), jaringan kulit dan lemak yang di awetkan dalam 20% DMSO dan larutan garam. Jaringan kulit ini digunakan untuk studi genetik dan toksikologi. Dan semua parasit eksternal untuk mengidentifikasi wilayah pencemaran dan status kesehatan wilayah.

Metode penghacuran bangkai dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:

  1. Dibakar : paling cepat dan praktis tetapi kerangka mamalia laut tersebut hancur tidak dapat di jadikan alat penelitian.
  2. Dikubur : dikubur harus cukup dalam di atas garis pasang surut pantai, dan tulangnya dalam digali seletah pembusukan daging terusai dengan baik dalam beberapa bulan. 
  3. Ditenggelamkan : bungkus bangkai dengan jaring dan beri pemberat. Tarik ke tengah dengan kapal, ekor duluan. Saat sudah di tengah, kempiskan perut mamalia laut tersebut dengan ditembak atau ditusuk dari jarak jauh agar dapat tenggelam. Kerangka bisa diambil setelah beberapa bulan. 

PASTIKAN semua orang yang menyentuh bangkai mamalia laut tersebut melakukan pembersihan diri dengan mandi karbol (alkohol) untuk membersihkan bakteri dari tubuhnya. Prosedurnya adalah sebagai berikut:

  1. Siramkan karbol keseluruh tubuh sebelum membuka pakaian plastik atau wetsuit;
  2. Bila menggunakan wetsuit, buka wetsuit dan siramkan karbol kembali ke seluruh tubuh yang masih terbungkus wrapping plastik.
  3. Lepaskan wrapping plastik dari tubuh penyelam – lakukan isolasi terhadap wrapping plastik tersebut. Selanjutnya, bakar wrapping plastik tersebut.
  4. Siram kembali tubuh penyelam dengan karbol. Perhatikan daerah sekitar jari-jari tangan dan jari-jari kaki penyelam.
  5. Mandi dengan air tawar bersih seperti biasa. Sangat disarankan untuk menggunakan sabun antiseptik
  6. Pakaian dalam yang dipakai untuk penyelaman ini sebaiknya di musnahkan bersama-sama dengan wrapping plastik.
  7. Bersihkan semua perlengkapan selam dgn menyemprotkan karbol ke seluruh bagiannya. Setelah itu bersihkan dengan air tawar bersih dan lakukan prosedur membersihkan perlengkapan selam seperti biasa.

 

Show More

56 thoughts on “PENANGANAN MAMALIA LAUT YANG TERDAMPAR”

  1. Susah juga ya penanganan ketika ada mamalia raksasa yang terdampar di pantai terutama untuk mamalia raksasa yang masih hidup. Perlu penanganan khusus untuk mengembalikan mereka ke habitatnya

    1. Iya karena mereka habitatnya di Air beda dengan kita. Pada saat terdampar seperti terdampar di tempat asing. Sedihnya harus cepat dan tepat penanganannya. kebanyakan kasus hanya sedikit yang tertolong.

  2. Aku paling tidak tega melihat paus terdampar terus akhirnya mati. Info ini sangat berguna agar kita tahu cara penanganan nya baik untuk penyelamatan atau untuk penanganan yang sudah mati.

  3. Penyebab utama mamalia laut terdampar biasanya sampah plastik? Hiks… Masih euphoria nonton plastic ocean, jadi rada emosi baca postingan Uni ini. Semoga makin banyak orang jadi lebih aware sama kelestarian bumi ini yah. Terima kasih ilmu lengkap, padat, dan berisinya Reno.

    1. Sama sama Kak. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua. Saya pun sedang belajar diet palstik tahap demi tahap. Jika kita saling mengingatkan akan lebih baik.

  4. Untuk memindahkan hewan laut yang masih hidup sepertinya butuh ekstra berhati-hati karena mempertimbangkan kondisi fisik badan hewan tersebut.
    Ternyata kalo mau menangani hewan laut yang mati, kita harus membersihkan tubuh dan peralatannya menggunakan karbol ya.
    Info yang bermanfaat.

    1. Dari info yang saya dapat pada saat mengubur hewan laut yang terdampar, di kuburkan kelaut maka tubuh akan terkontaminasi dengan darah atau beberapa bagian yang telah membusuk. Tidak disarankan untuk Diver Wanita dalam acara penguburan tersebut karena tubuh wanita lebih rentan terkontaminasi dari pada laki-laki. Maka saya paham di film In the Heart of the Sea tidak ada penambang minyak ikan seorang wanita. Semuanya laki-laki.

    1. Iya Bang Den. Ulah kita kita juga sebagai manuasia. Tapi terkadang tidak semua ulah manusia, salah satu penyebab terdampar bisa di sebebkan oleh fenomena alam. salah satunya gempa bumi. yang sebenarnya bisa menjadi signal bagi manusia.

  5. Paragraf pembukanya bikin sedih ya, aparat foto dengan hewan terdampar. Makasih Kak Eno informasinya, semoga masyarakat makin banyak yang tahu cara menyelamatkan hewan terdampar baik masih hidup atau sudah mati. Kadang masih ada mitos-mitos di masyarakat tentang hewan terdampar sehingga tak ada penanganan yang tepat

  6. Wow.. Penanganan untuk petugas / atau yg menyentuh bangkai ikan cukup serius juga.. Dan masyarakat sepertinya belum banyak yg tau.. Takut nya malah ada yg bagi2 daging ikan..

    1. Iya kak. Takutnya mati karena sakit dan bangkai sudah bermalam. Malah jadi tertular penyakit. aku baru tau ada yang bagi bagi daging ikan yang terdampar.

  7. Oh ternyata gini ya penangananan hewan yang terdampar, aku sempat penasaran sih kalau ada bangkai hewan yang terdampar itu proses penghancurannya gimana. Makasih kak udah sharing, artikelnya menarik. Semoga banyak yang baca tulisan ini, biar lebih tahu tentang penyelamatan hewan terdampar.

  8. Di beberapa daerah yang saya kunjungi. Penduduk setempat kerap menawarkan saya untuk melihat aksi mereka ‘menundukkan’ hewan laut termasuk mamalia. Duuh, dengan prihatin dan hati2 saya menolak.. Dengan menyampaikan alasan yang sederhana. Tapi setelah baca tulisan Kakak jadi lebih paham bagaimana seharusnya kita memperlakukan mamalia laut, termasuk yang terdampar. Nuhun ya kak

    1. iya Kak sama sama. di beberapa daerah memang kontra antara kearifan budaya dengan pelestarian lingkungan hidup. Tapi yang lebih merusak adalah tindakan eksploitasi menurut aku sangat merugikan dan merusak ekosistem

  9. Lagi-lagi artikel mengenai biota laut. Gak kuat aku tuh kalo udah bahas ini. Sedih dan miris jadi satu. Tapi terimakasih juga kak infonya, semoga makin banyak orang yang tergerak hatinya untuk tidak melakukan tindakan yg menyakitkan hewan laut tersebut. 😭😭😭

  10. Banyak mamalia yang sering terdampar diperairan Indonesia dan berujung kematian. Edukasi mengenai penanganan hewan terdampar kayaknya butuh disosialisasikan ke masyarakat dan nelayan sekitar perairan (yang sering didapati hewan-hewan terdampar). Saya kurang tahu apakah hal itu sudah dilakukan atau belum, mengingat beredarnya foto aparat yang viral itu.
    Terima kasih sudah berbagi informasi. BTW, cara nulis bahasa Ilmiahnya keliru Orcinus orca (italic) dan Balaenoptera musculus (huruf pertama pada nama genus harus kapital). hehe

    1. Sepengetahuan Aku masih jika ada masalah mamalia laut terdampar, beberapa pihak melapor ke Kementrian Kelautan dan Perikanan. KKP biasa nyabekerja sama dengan WALHI. Sampai saat ini badan khusus belum ada. Baru ada Volunteer, diantaranya adalah dokter hewan, penelliti, mahasiswa oseanografi, dan beberapa penyelam.

      Semoga nanti ada badan khusus semacam bazarnas untuk mamalia ini.

    1. Salut sama Marine Savers, ga banyak yang mau terjun langsung seperti mereka. Dan sayangnya di Negeri kita sepengetahuan saya belum ada.

  11. Artikelnya lengkap dan bermanfaat banget. Miris kalau lihat ada mamalia laut yang terdampar, terus diperlakukan semena-mena oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal kan sebagai sesama makhluk hidup seharusnya bisa saling menolong.

    1. Iya seneng klo liat Feed IG yang bantu nolong kadang suka lebay, terharu gitu kalau ketemu Feed IG serupa itu. Berharap di negeri ini kepedualian kita terhadap sesama makhluk di muka bumi mengingkat.

    1. Kementrian Kelautan dan Perikanan sudah mempunyai program untuk penyuluhan ke masyarakat pesisir untuk menyelamatkan mamalia laut, pertanyaannya apakah program tersebut sudah tepat sasaran dan dilaksanakan dengan baik. Tapi saya tetap salut sudah ada upaya seperti itu.

  12. Terima kasih lagi untuk ilmu kerennya, Uni. Penanganannya lumayan sulit juga ya. Kudu diedukasi ke banyak orang karena kalau ketemu hal seperti ini masyakat cenderung foto-foto dan memviralkan di sosmed tanpa ditangani.

    Btw, apakah di setiap pesisir Indonesia ada marine safer untuk menangani mamalia terdampar seperti ini? Terutama di jalur-jalur migrasi mereka. Mengingat peralatannya bukan peralatan yang biasa kita bawa (kecuali handuk) hehe.

    1. Viral di medsos tidak selamanya buruk jika di manfaatkan dengan baik.

      Di setiap pesisir Indonesia sudah ada edukasi atau penyuluhan terhadap Mamalia terdampar ini. Sumber yang saya tulis di artikel ini salah satunya program dari KKP. Sampai saat ini jika ada kasus kita bisa melapor ke wakil KKP terdekat.

      Berdasarkan informasi yang saya dapat baru ada beberapa komunitas seperti dokter, penyelam mereka bersama sama mempunyai misi untuk menyelamatkan mamalia yang terdampar. Dokter dan penyelam tersebut bergabung secara suka rela. kegiatan mereka di awasi oleh KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) bekerjasama pula dengan LIPI, untuk penelitian oseanografi.

  13. Wah iya kapan hari ada foto petugas yang menaiki mamalia laut dan viral. Itu asli sih ngeselin banget. Btw terimakasih infonya kak. Ternyata hewan laut yang mati itu lumayan berbahaya ya.. takut ada bakteri yang masuk ke badan manusianya.

  14. Masyarakat kita emang kurang edukasi soal masalah kayak gini. Makasih Kak udah sharing. Aku izin share ya Kak postingan ini. Siapa tahu ada yang tertarik baca juga dan makin aware sama masalah2 seperti ini 🙂

    1. Saya memang Fans berat makhluk (biota) laut. Jadi banyak belajar mengenai mereka. Bukan jurusan Oseanografi sih kak. tetapi tertarik akan hal hal yang berbau oseanografi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close