AdventureBackpackerCerita PerjalananGunung

Pendakian Tektok Gunung Cikuray

Pada tanggal 23 Desember 2017 saya ikut bergabung dengan Tektok Team ke Gunung Cikuray. Semua  berawal dari kerinduan teman saya mendaki gunung. Rencana awal Tektok Team akan mengadakan pendakian ke Gunung Guntur tetapi tiba-tiba arah angin merubah tujuan pendakian ke Gunung Cikuray. Teman saya mundur dengan alasan sudah pernah ke Gunung Cikuray dan tidak ada niat sama sekali untuk kembali kesana, pada akhir pendakian saya menemukan jawabannya kenapa beliau tidak mau kembali.

Pendakian ke Gunung Cikuray adalah pendakian saya ketiga kali bersama Tektok Team. Pendakian pertama ke Gunung Gede Pangrango tapi gagal menyelesaikan misi karena kondisi fisik yang lemah disebabkan oleh hormon, biasalah “masalah kewanitaan”. Pendakian kedua ke 3 (tiga) Gunung di Purwakarta  “BongPaLem” (Bongkok, Parang, dan Lembu) dan lagi lagi semesta belum mengijinkan saya menyelesaikan misi . syahela misi bahasa gw yak .

Tektok Team

Tektok team adalah komunitas pendakian gunung yang menikmati gunung dengan cara tektok. Tektok sendiri adalah melakukan pendakian tanpa camping dan membawa peralatan standar minimalis, ringan dan lengkap, sehingga memungkinkan untuk bergerak cepat, tanpa melupakan faktor keselamatan. Kok Tektok? Karena sebagian besar dari anggotanya tidak mempunyai waktu yang panjang untuk berlibur. Hanya memanfaatkan libur nasional dan harpitnas. Para anggota adalah pekerja yang tidak mau rumit dengan masalah  perijin cuti dengan HRD masing-masing. Berangkatnya pun terkadang sesuai dengan mood hati, suka dadakan, suka berubah tujuan dan tidak telalu banyak menuntut klo tidak bisa ya gpp yang bisa saja.

Tektok Team punya Jargon “ Kalau ragu pulang saja”, Ga boleh manja, ga boleh ngandelin temen. serem ya?  Tenang jargon ini bertujuan untuk mempertegas persiapan fisik dan mental calon peserta pendakian, agar tidak menyepelekan pendakian. Karena apapun yang terjadi nanti di lapangan merupakan resiko bersama (team). Persiapaan fisik yang biasanya di lakukan adalah joging selama 20 (dua puluh) menit tanpa berhenti. Di sarankan seminggu berturut-turut sebelum mendaki. Atau memang sudah rutin joging akan lebih baik lagi.

Pendakian Tektok Gunung Cikuray Bersama Tektok Team

Biasanya Tektok Team berkumpul di depan Indomart  Terminal Kampung Rambutan.  Tanggal 23 Desember 2017 sekitar kira kira pukul 10 malam kami berangkat ke Garut. Sampai di Garut  sudah dini hari perkiraan sekitar pukul 03.00 WIB. Team Leader (TL) langsung menyuruh kami mempersiapkan perbekalan dan mengisi perut dahulu. Sarapan yang terlalu pagi ga terbiasa sih. Tapi mending diisi dari pada nanti kehabisan tenaga.

Setelah menunaikan sholat shubuh pendakian di mulai pada Pukul 04.45 WIB via BC Kiara Janggot, pada perjalanan menuju Pos 1 kami di sambut oleh mentari pagi yang tidak pernah lelah dan terlambat menyinari bumi. Kami sampai di Pos 1 pada pukul 05.48. Istirahat 5 menit dan melanjutkan perjalanan ke pos pos selanjutnya. Kami tiba di Pos 2 : 06.21, Pos 3 : 06.55 , Pos 4 : 07.22, Pos 5 : 08.15 , Pos 6 : 09.17, Pos Persimpanan : 10.27, Pos 7 : 11:09.

Perjalanan dari terminal Garut ke Basecamp Kiara Janggot. 
Foto sunrise di perjalanan menuju puncak via Kiara Janggot

Perjalanan menuju puncak Via Kiara Janggot
Penampakan jalur menuju puncak

Dari pos 7 ke puncak bayangan saya di landa rasa kantuk yang sangat berat. Tak kuat rasanya mengayuhkan langkah kaki. Rasanya ingin merebahkan badan sejenak. TL saya menyemangati saya: “Ayo ini tantangan terakhir, itu puncaknya udah keliatan. Sampai atas nanti kita masak Indomie dan bikin kopi”. Walaupun masih berat mata ini, tapi langkah kaki menjadi ringan. Perlahan tapi pasti saya sampai di puncak pukul 11:18. Sesampai di atas teman-teman sibuk ber-foto dan memasak air untuk menyeduh kopi dan mie instan.  Setelah memakan bekal yang saya bawa tadi pagi di warung saat sarapan saya tertidur untuk sesaat. Rasanya nikmat sekali panas tapi hembusan udaranya sejuk. Tiba tiba saya di kagetkan oleh suara : “Udah ga usah di pikirin yuk foto foto”. Posisi saya tidur persis seperti orang sedang melamun.

Foto narsis di puncak Gunung Cikuray

Saya bergabung dengan yang lain untuk berfoto-foto, bukti kalau sudah sampai di puncak. Hehehe. Pukul 13:00 WIB kita mulai turun melalui jalur pemancar. Saya sampai di pintu rimba sebelum adzan magrib berkumandang, perjalanan turun sangat menguras tenaga dan waktu karena otot kaki saya kaget. Jadilah kaki kiri saya terasa kaku, untuk turun harus perlahan. Saya kurang latihan dan memang sudah lama juga tidak naik gunung, mungkin sudah hampir 2 tahun.

Saya tidak sendirian rupanya, Ijal  yang biasanya turun dengan berlari kali ini turun dengan perlahan karena kakinya masih masa penyembuhan dari kecelakaan motor, dan Hilman (klo tidak salah ingat nama)  dengkulnya kaku. Walaupun kaki terasa nyeri kami masih bisa tertawa sepanjang jalur. Bahkan Trekpol yang bengkok saja karena tidak kuat menobang badan saya kami tertawakan. Sebagian teman-teman ada yang sudah duluan ke bawah. Tiga orang cidera ringan di temani oleh uni Iis dan Nisya. Bahkan saya salut dengan Uni Iis yang biasanya kakinya tidak bisa lambat kalau naik dan turun gunung, mau menemani saya dan melambatkan langkahnya demi kami. Team Leader kami karena sangat mengantuk ijin turun duluan sepertinya beliau turun dengan berlari.

Istirahat sejenak
Jeda Menahan Ngilu di kaki

Setelah lebih dari 2 jam TL tidur kami tidak kunjung sampai akhirnya beliau menyusul kami kembali ke atas.  Kami bertemu di Pos 3 kalau tidak saya ingat. Dan bersama sama turun ke basecamp. Sampai di basecamp bersih bersih dan mengisi kembali perut yang sudah keroncongan dari tadi di perjalanan turun. Pukul 21.00 WIB kami sudah berada di teminal garut untuk pejalanan pulang ke Jakarta. Saya pulang ke Jakarta dengan perasaan bahagia karena berhasil melaksakan misi kali ini walaupun dengkul terasa ngilu.

Mendaki tidak dapat dipungkiri sebagai perjalanan fisik yang cukup menguras tenaga, perlu persiapan fisik yang matang untuk mengurangi resiko cidera. Mendaki gunung merupakan refleksi perjalanan hati yang menggambarkan lika-liku kehidupan. Dalam setiap pendakaian menghasilkan cerita yang tak mungkin dapat dilupakan. Dalam berbagai kisah pendakian kita dapat memperoleh sebuah pelajaran, renungan, motivasi, inspirasi dan makna hidup.

Mendaki gunung juga menjadi sarana untuk menempa diri agar kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Setiap orang mempunyai cara masing masing dalam menikmati pendakian. Ada yang memilih Camping, Tektok, dan Trail Running. Dan kali ini saya memilih untuk tektok. Dan ternyata mengalahkan diri sendiri itu tidak mudah. Berkat dukungan dari sedulur sedulur tektok team saya sukses melaluinya.

Tags
Show More

Related Articles

63 thoughts on “Pendakian Tektok Gunung Cikuray”

  1. Wah keren sekali kak bisa tektok naik gunungnya.. saya naik aja dah ngosngosan.. hahaha
    Tapi enaknya tektok jelas enggak usah bawa tenda sama bawa logistik banyak2 ya kak..

    1. Cobain Bang Den. Seru kok. Tapi jangan lupa latihan dulu ya. Biar ga kaget ototnya, nanti kejadiannya seperti saya. Kaku dan nyeri, turunnya sampai ngesot. Hehe

    1. Bukan buat terlihat keren sih kak. Cuma penasaran aja apakah saya mampu. Ternyata bisa, walau tak mudah. Kapok sih engga, tapi ketagihan juga belum sih. Hehehe

    1. Semoga nanti bisa ke sana Mas. Coba konsultasi ke dokter ada obat anti alergi yang dapat mencegah kambuh klo di udara dingin.

  2. Ternyata mengalahkan diri sendiri itu tidak mudah, ya setuju banget kak. Yang paling sulit itu mengalahkan diri sendiri.
    Selalu salut sama perempuan-perempuan yang suka naik gunung, aku sampe sekarang belum berani naik gunung -_-

    1. Saya juga masih anak Ibuk saya mas. Belum jadi anak gunung (hehehe becanda). Iya lain kali bisa tuh nyobain, seru kok.

  3. Tektokan ke Cikuray???? Gila! Dengkulnya pasti dengkul baja itu ya? Hahaha… Aku rasanya kapok deh ke Cikuray. Cukup sekali aja. Gunung itu ga ada bonus-bonusnya. Hahaha…Gila kalian keren banget tektokan ke Cikuray. Aku kalau diajak ke Cikuray lagi, mending ngepel aja di rumah. 😀

  4. Duh ngebayangin tektok naik gunung kok engap duluan ya. Salut lah buat yang tektok. Tapi enaknya tektok ga usah bawa pritilan tenda dll yak? Jadi pengen nyoba nih. Sanggup ga ya 🙂

  5. Renooo, so proud of you. Kebayang besok paginya di kantor gimana pasca tektok cikuray. Anw, suka banget tulisan naik gunungnya, biasanya perlu usaha fokus ekstra kalo baca tulisan tentang pengalaman naik gunung. Tulisan Uni ini enak banget dibacanya, ngalir banget. Semoga suatu saat bisa menikmati matahari di puncak Cikuray juga… Amien.

  6. Kereeen, suhu gunung 3000++ mdpl akhirnya tektok lagi. Debut pertama Tektok Gunung Cikuray dulu yah 😛
    Suka sama deskripsinya, sederhana tapi bikin penasaran juga, terutama tentang jargon timnya yang sebenarnya enggak seseram yang orang pikir, hehe. Mantap Uni!

  7. Kak Reno mah keren banget. Mau di laut maupun di gunung. Tektok ke Cikurai dengan Team Tektok sepertinya semakin seru ya Kak. Selanjutnya mau tektok nanjak kemana lagi, kak?

  8. Wah keren.. Aku belum pernah mendaki.
    “Mendaki gunung merupakan refleksi perjalanan hati yang menggambarkan lika-liku kehidupan” hmmm mesti coba ya supaya lebih tau rasa lika-liku kehidupan. Eaaa… #Ga nyambung ✌️😆

  9. Waahh it’s cool! Yaampun ga kebayang effort nya. Da aku mah apa atuh, kalau abis traveling aja istirahatnya seminggu. Hahaha

    Ditunggu cerita traveling lainnya Ka 😉

  10. Aku ga pernah naik gunung dan terkagum-kagum sama yg hobi naik gunung, apalagi yang bisa tektok gitu. Kece badai lah… Btw suka jargonnya tektok team, mantab👍👍👍

  11. Ya ampun itu trekpol sampe bengkok, kamu apain kak, hhe. Selalu salut sama orang-orang bs tektok. Aku nggak pernah berani, kebayang sih capeknya. Mending bobo cantik dulu di atas. hhe

    1. Silahkan kepoin IGnya aja mas @tektok_team. Untuk info pendakian biasanya di tebar di WAG. Saya sih dalam waktu dekat belum ada rencana mendaki lagi. Adminnya baik baik kok, kenalan aja dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close