Laut

Etika Saat Berenang, Snorkling, Diving dan Beraktifitas Di Laut

File0397-01

Pantai ataupun laut merupakan salah satu tempat penghilang segala kepenatan dan sesaknya ibu kota. Vitamin Sea banyak yang menyebut laut seperti itu. Bagi saya laut itu penyembuh, menikmati birunya air laut, putihnya buih ombang, halusnya pasir pantai, langit biru di hiasasi awan putih yang bergumpal-gumpal merupakan terapi ampuh untuk menghilang sejenak, melepaskan segala beban, hidup tanpa memikirkan apapun. Apalagi kalau sudah bertemu dengan ikan ikan lucu, rasanya ingin mengejar dan mengikuti ikan berenang dan bertandang kerumahnya. Ah jadi pengen main ke Bikini Bottom bertemu Patrick Star, Mr.Krabs, Squidward Q. Tentacles, Mrs. Puff’s, Garry, Pearl Krabs, Larry the Lobster, atau ngusilin Nemo di rumahnya (Anemon), ketemu Bapaknya Nemo ,teman temannya Nemo dan Miss Dory.

Asyik ya seru ya, tapi kadang suka sedih jika snorkling di laut melihat para pengunjung yang cuma mau kasih makan akun IG atau pun guide yang bertujuan komersil saja. Sadar ga ya kalau tidak di jaga tempat wisata itu tidak menarik lagi dan pengunjung akan berkurang atau malah habis karena sudah tidak menarik.

Etika Diving atau Snorkling Agar Tidak Merusak Biota Laut

Berikut beberapa etika menyelam, baik diving maupun snorkeling yang wajib diketahui dan diaplikasikan saat berwisata:

  1. Jangan membuang sampah
  2. Hindari menggunakan sampo dan sabun sachet
  3. Gunakan sunscreen yang tidak mengandung Oxybenzone
  4. Gunakan skin cream dan insect repellent yang aman bagi lingkungan sehingga tidak merusak koral
  5. Bawa botol minum sendiri
  6. Bawa tas yang bisa digunakan berkali-kali
  7. Gunakan barang-barang yang bisa dipakai beberapa kali
  8. Hindari menggunakan produk kecantikan yang mengandung microbeads (butiran-butiran kecil misal pada sabun dan sampo)
  9. Jangan menginjak koral
  10. Pastikan seluruh peralatan selam aman dan tidak berada terlalu dekat dengan koral
  11. Jangan memberi makan, menyentuh, atau menangkap biota laut
  12. Hindari mengoleksi suvenir berbahan biota laut, karena bisa jadi barang tersebut adalah ilegal
  13. Laporkan aktivitas ilegal dan sejenisnya kepada pemerintah setempat
  14. Dukung eco-tourism
  15. Jangan mengambil sampah yang telah ditumbuhi koral.

Etika Diving, Snorkling atau Berenang Bersama Whale Shark (Hiu Paus)

Direktorat Jendral Pengelolaan Ruang Laut Kementriann Kelautan dan Perikanan Lewat Dijjen KP3K- KKP mengelurakan Pedoman Wisata Hiu Paus:

  1. Jumlah perahu/kapal untuk melakukan wisata hiu paus harus dibatasi dan telah memiliki izin resmi dari pengelola. Jangan sampai kamu menyewa kapal biasa untuk seorang diri menghampiri hiu paus, ya.
  2. Kecepatan perahu/kapal saat mendekati hiu paus haruslah 10 knot di jarak 1 mil dan 2 knot di jarak 50 meter.
  3. Perahu/kapal harus berhenti pada jarak minimum 30 meter dari hiu paus. Durasinya per perahu/kapal pun diatur: 15 menit untuk berenang atau menyelam dengan hiu paus dan 60 menit untuk sekedar menonton dari kapal (whale shark watching).
  4. Jumlah maksimal penyelam adalah 7 orang; 6 orang wisatawan dan seorang pemandu.
  5. Pemandu harus turun ke terlebih dahulu secara perlahan sebelum akhirnya diikuti seluruh peserta satu per satu.
  6. Tidak boleh megejar ataupun menyentuh hiu paus. Biar bagaimana pun jinaknya, hiu paus tetap hewan liar yang bisa berbahaya jika merasa terancam. Hiu paus juga punya sisik yang tajam dan kibasan ekornya sangat kuat dan dapat berbahaya jika kamu berenang terlalu dekat.
  7. Memberi makan hiu paus saat menonton atau menyelam tidak diperbolehkan karena akan mengubah pola hidup hiu paus dan membahayakannya. Kebiasaan memberi makan ini akan membuat hiu paus terbiasa diumpan dan memudahkan para pemburu hiu paus menangkapnya.
  8. Selama menyelam kamu tidak boleh membuat gerakan yang mengagetkan, bersuara keras, atau mengganggu hiu paus.
  9. Dilarang memotret hiu paus dengan menggunakan lampu kilat.
  10. Penggunaan peralatan selam hanya dibatasi untuk dua orang dalam satu grup. Dan, sebenarnya, kamu disarankan untuk snorkeling saja, tidak perlu menggunakan scuba set.
  11. Jika ada hiu paus mendekat, jangan panik. Tetap berenang perlahan ke samping untuk berusaha menjauh.
whale-shark-tour-guidlines-pic
Code of conduct dari WWF

Tau Kah Kamu

Karang

Karang masif membutuhkan waktu 1 tahun untuk dapat tumbuh setengah centimeter. Sedangkan karang bercabang mampu tumbuh tujuh centimeter pertahun. Karang masif merupakan karang yang tahan terhadap perubahan lingkungan dan bisa berumur hingga ratusan tahun. Pertumbuhan karang dimulai dari proses reproduksi, dari hasil pembuahan akan menghasilkan larva. Sekumpulan karang tersebut disebut terumbu karang. Manfaat terumbu karang adalah sebagai sumber makanan ikan karena mengandung protein yang tinggi.

Klo patah 5 cm butuh berapa tahun ya untuk tumbuh???

Bintang Laut

Hewan ini sangat unik dan luar biasa, dan lebih cepat dibandingkan hewan siput dan sloth. Bintang laut juga memiliki sekitar 1500 spesies, namun sebagian besar dari mereka tidak bisa bergerak secara cepat. Hewan yang berkulit seperti bintang ini bergerak pada kecepatan hanya 15 cm (6 in) per-menit. Akan tetapi hewan berbentuk bintang yang berada di pasir dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan rejan 2,8 meter (9 ft 2 in) per-menit. Itu berarti kecepatan hewan ini sekitar 0,168 kmph (sekitar 0,1 mph).

Klo di angkat ke permukaan untuk foto narsis trus di kembalikan lagi butuh berapa lama ya untuk mencari tempat yang PEWE???

Terakhir liat video Bintang Laut jalan Yuk! disini

Marilah kita menjadi wisatawan yang bijak dan cerdas, di gunung ada selogan jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu, di laut ada selogan “boleh di lihat tidak boleh di pegang apalagi di bawa pulang” apalagi klo belum halal lebih baik jangan. 🙂

Tags
Show More

Reno

Traveler, Backpacker, Animation Lover, Animal's Lovers, Pluviophile, Nyctophilia,

Related Articles

3 thoughts on “Etika Saat Berenang, Snorkling, Diving dan Beraktifitas Di Laut”

    1. akad dulu ijab kabul baru syah kepemilikannya Lis. Akadnya apa kredit, tunai, kontrak, sistem pembayarannya tunai, kredit. pake jasa leasing atau gimana harus jelas, jgn main bawa pulang aja ntar di teriakin. bahahaha. Makasih Lisa supportnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close