AdventureCerita PerjalananTraveling

Rappeling Di Curug Cikondang

Mengenang Masa Kecil di Curug Cikondang

Malam Minggu siapa takut! Lebih serem mana melewati malam minggu tidak kemana mana atau menuruni air terjun setinggi 25 M dengan tali karamental? Kegiatan menuruni air terjun, tebing, jembatan dan lainnya dengan tali di kenal dengan istilah Rappeling.

Bulan April tahun lalu (15.04.17) saya lewati akhir pekan bersama teman teman BPJ (Backpacker Jakarta) ke Curug Cikondang One Day Trip. Kegiatan Rappeling ini dilakukan di Curug Cikondang terletak di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dari pusat kota Cianjur, jaraknya sekitar 37 kilometer dan hanya 7 km dari situs Gunung Padang. Curug Cikondang memiliki lebar 30 (tiga puluh) meter dengan ketinggian 50 (lima puluh)  meter. Kami tiba di Cianjur kurang lebih jam 13.00 WIB bertepatan dengan waktu makan siang. Jadi sebelum Rappeling kita makan dulu biar ada tenaga buat turun. Setelah istirahat, sholat dan makan kami siap untuk Rappeling, di lokasi sudah disiapkan peralatan yang di perlukan.

Cidondang Persiapan-SESAAT MENGENANG MASA KECIL DI CIKONDANG
Pengenalan alat Rappeling oleh Pemandu.

Sebelum memulai kegiatan ini kami di bekali dengan pengenalan equipment, Safety Equipment, dan Safety Prosedure. Keamanan dan keselamatan kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab operator penyelenggara tetapi juga tanggung jawab peserta. Dengan diadakannya pengenalan tersebut peserta dan operator bisa saling mengingatkan jika peralatan tersebut tidak terpasang dengan baik atau malah kurang. Melawan ketakutan dengan menikmati derasnya debit air yang jatuh memacu jantung berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang (jadi nyanyi)

Kebetulan saya adalah peserta pasangan nomor dua sedangkan peserta Rappeling terdiri dari 8 pasang. Sambil menunggu peserta lainnya, saya dan Mela, Sherly dan Catur memutuskan kembali ke atas untuk melihat ekspresi teman teman saat akan menuruni air terjun. Saat melewati sawah kami menemukan tanaman perdu, tanaman itu mendadak memberhentikan langkah Kami. “Eh pada inget ga ini bunga apa, dulu buat bikin mahkota mahkota gitu ya“, kata ka Mela. Saya : “iya dirangkai gitu tapi lupa caranya”. Tiba tiba Ka Sherly sudah menggulung tangkai ilalang menjadi lingkaran. “Udah pake ini aja, tinggal disisipin bunganya”, kata ka Sherly. Akhirnya kami sibuk mengumpulkan bunga perlu tersebut dan merangkainya.

Seperti sudah menjadi kewajiban setiap trip pasti ada Sesi Foto keluarga (foto bersama), nah karena banyak teman teman yang masih berada di bawah, saya, Ka Mela, Ka Sherly dan Catur pun menyusul ke bawah, sesampainya di bawah saya bertemu dengan Bang Arief dan Ka Bree. “Itu apa?”, tanya Ka Bree kebetulan saya dan Ka Mela masih memegang mahkota bunga tadi. “Ini mahkota mahkotaan mau pake”, jawab kami. Lalu mereka berdua memakai mahkota tersebut, “Seperti orang Indian ya?”, kata Ka Bree.

IMG-20170415-WA0047.jpg
Tari Indian dengan memakai mahkota

Lalu Bang Arief mengajak Ka Bree menari. Sebelumnya, pada saat saya dan Ka Mela merangkai makhota ada salah satu peserta yang melihat keanehan kami dan berkata : “ati ati Pea itu nular lo”. Dan ternyata memang menular ke peserta lainnya. Ini adalah

VIDEO PEA KAMI

Setelah selesai dengan ke PEAan kami, kami siap siap pulang dengan penuh canda tawa sambil menunggu dengan tidak sabar foto foto kami di bagikan oleh operator penyelengga Rappeling di akun facebook CORA (Corps Batara). Terima kasih Widi Hasdi Yatman atas foto foto kerennya dan para CP yang sudah ngurus akomodasi kami.

Show More

Reno

Traveler, Backpacker, Animation Lover, Animal's Lovers, Pluviophile, Nyctophilia,

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close